Usut Tuntas! YLBHI Desak Aktor Intelektual Kasus Andrie Yunus
Haifest.id – YLBHI mendesak pengungkapan aktor intelektual di balik kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, aktivis KontraS, per 2026. Desakan ini muncul karena hingga kini, publik baru mengetahui inisial pelaku lapangan dalam kasus tersebut.
Isnur, perwakilan YLBHI, menyatakan bahwa kasus kekerasan terhadap aktivis tidak boleh dianggap sebagai hal yang wajar. Negara memiliki kewenangan dan sumber daya untuk mengungkap kasus ini secara tuntas hingga aktor intelektual.
Desakan YLBHI: Kasus Air Keras Harus Tuntas
Isnur menyampaikan pernyataan ini dalam diskusi bertajuk “Supremasi Hukum dan Akuntabilitas Aparat: Mengusut Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Reformasi Peradilan Sipil-Militer, Masa Depan HAM dan Demokrasi Indonesia” yang diselenggarakan Indonesia Youth Congress (IYC), Senin (30/3/2026). Forum ini menjadi wadah untuk menyuarakan keprihatinan atas kasus-kasus kekerasan yang menimpa para aktivis.
Perintah Presiden Prabowo: Kasus Terorisme
Isnur mengingatkan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan perintah tegas terkait kasus penyerangan air keras terhadap Andrie KontraS. Presiden menyatakan kasus ini sebagai bentuk terorisme yang harus diusut tuntas. Perintah ini menjadi landasan kuat bagi aparat penegak hukum untuk bertindak cepat dan profesional dalam mengungkap kasus ini.
Pemerintah, dia menambahkan, mempunyai tanggung jawab besar untuk menindaklanjuti arahan presiden. Hal ini mencerminkan keseriusan negara dalam menangani segala bentuk teror dan kekerasan terhadap masyarakat sipil yang berani menyuarakan pendapat.
Pola Teror dan Intimidasi Terhadap Aktivis
YLBHI menyoroti adanya pola teror, doxing, dan intimidasi yang kerap menimpa aktivis HAM, organisasi masyarakat sipil (OMS), dan bahkan influencer yang kritis terhadap kebijakan negara. Pola ini menciptakan iklim ketakutan dan dapat menghambat kebebasan berekspresi.
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus menjadi salah satu contoh nyata dari pola intimidasi tersebut. Peristiwa ini bukan hanya menyerang individu, tetapi juga mengancam keberanian masyarakat sipil untuk berpartisipasi aktif dalam mengawal kebijakan publik.
Jangan Bebankan Masyarakat Sipil
Isnur menekankan pentingnya peran negara dalam mengungkap fakta-fakta penting dalam berbagai peristiwa kekerasan. Menurutnya, tanggung jawab ini tidak boleh dibebankan kepada masyarakat sipil.
“Kami juga mengingatkan agar pengungkapan fakta-fakta penting dalam berbagai peristiwa kekerasan tidak justru dibebankan kepada masyarakat sipil,” imbuhnya. Negara memiliki aparat dan sumber daya yang memadai untuk melakukan investigasi secara komprehensif.
Komitmen Pemerintah dalam Perlindungan HAM
Isnur juga menyoroti potensi keraguan publik terhadap komitmen pemerintah dalam perlindungan demokrasi dan hak asasi manusia jika kasus-kasus kekerasan terhadap aktivis tidak diselesaikan secara serius.
Penyelesaian kasus ini akan menjadi ujian bagi pemerintah dalam menegakkan hukum dan melindungi hak-hak warga negara, khususnya para aktivis yang seringkali berada di garda depan dalam menyuarakan kepentingan publik. Kegagalan dalam mengungkap kasus ini dapat merusak citra pemerintah di mata masyarakat dan dunia internasional.
Kasus Novel Baswedan Sebagai Contoh
Kasus penyiraman air keras yang belum tuntas terungkap, seperti dialami Novel Baswedan, menjadi catatan penting. Masyarakat sipil terus menuntut kejelasan dan transparansi dalam penanganan kasus-kasus serupa.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa pengungkapan aktor intelektual dalam kasus kekerasan terhadap aktivis bukanlah hal yang mudah. Akan tetapi, dengan komitmen dan kerja keras dari semua pihak, keadilan dapat ditegakkan dan impunitas dapat dihindari.
YLBHI Terus Kawal Kasus Ini
YLBHI menyatakan akan terus mengawal kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dan kasus-kasus kekerasan lainnya yang menimpa aktivis. Mereka akan terus mendorong negara untuk bertindak tegas dan profesional dalam mengungkap kebenaran dan menegakkan keadilan.
Upaya ini dilakukan sebagai bentuk komitmen YLBHI dalam melindungi hak asasi manusia dan memperjuangkan demokrasi di Indonesia. Mereka percaya bahwa dengan kerja sama dari semua pihak, impunitas dapat dilawan dan keadilan dapat ditegakkan bagi semua warga negara.
Kesimpulan
YLBHI sangat menekankan perlunya pengungkapan aktor intelektual kasus air keras Andrie Yunus demi supremasi hukum. Pengungkapan tuntas kasus ini akan menjadi bukti komitmen pemerintah dalam melindungi HAM dan demokrasi di Indonesia per 2026.
