Sanur Terbaru 2026: Target Utama Turis Australia Tetap Tinggi

Haifest.idSanur, permata pariwisata Kota Denpasar, Bali, terus berbenah diri untuk mempertahankan posisinya sebagai destinasi wisata favorit, terutama bagi wisatawan Australia. Upaya peremajaan ini menjadi kunci mengingat kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.

Destinasi yang telah lama berdiri ini menyumbang sekitar 32 persen dari total daerah Kota Denpasar. Oleh karena itu, Kota Denpasar bersama berbagai pihak terkait berupaya maksimal untuk menjaga daya tarik Sanur di mata wisatawan mancanegara. Lantas, apa saja upaya yang dilakukan untuk mewujudkan target tersebut?

Rejuvenate Sanur: Strategi Jitu Tarik Wisatawan

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Denpasar, Ida Bagus Gede Sidharta Putra (Gusde), menyatakan bahwa pariwisata Indonesia bahkan berawal dari Sanur. “Pariwisata Bali secara nasional mulai dari Sanur, jadi sudah cukup tua,” ungkapnya, Senin (30/3) dalam sebuah kesempatan.

Gusde menambahkan, peremajaan Sanur terus dilakukan dengan mengusung tema “Rejuvenate Sanur, Sinergi Membangun Pariwisata Denpasar”. Beberapa perbaikan, seperti perbaikan trotoar yang rusak, telah rampung. Hal ini menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan fasilitas di kawasan tersebut.

Tidak hanya itu, Sanur dinilai berhasil mempertahankan citra positifnya dan terhindar dari masalah kemacetan yang kerap menghantui lainnya. Keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi antara Pemerintah Kota Denpasar, pengelola destinasi, desa adat, para pemangku kepentingan, serta masyarakat Sanur.

Australia Masih Jadi Primadona Wisatawan ke Sanur

Akademisi pariwisata Universitas Udayana, Prof. Ir. Agung Putu Agung Suryawan Winarta, M.Sc., Ph.D, mengungkapkan bahwa Sanur masih menjadi wisatawan mancanegara, terutama dari Australia. Data menunjukkan Australia menduduki peringkat pertama dalam jumlah kunjungan wisatawan ke Sanur.

Baca Juga :  TNI Gugur di Lebanon: DPR Desak Investigasi PBB!

Sebelum pandemi Covid-19, tepatnya pada tahun 2018, Australia memimpin daftar kunjungan wisatawan, diikuti oleh Belanda dan Jerman. Pasca pandemi pada tahun 2022, Australia tetap berada di posisi teratas, disusul Jerman dan Prancis. Tren ini berlanjut hingga 2026, di mana Australia masih menjadi penyumbang wisatawan terbesar, diikuti oleh Belanda dan India.

Pengeluaran dan Lama Tinggal Wisatawan Terus Meningkat per 2026

Prof. Suryawan menjelaskan, rata-rata pengeluaran wisatawan di Sanur terus mengalami peningkatan. Pada tahun , rata-rata pengeluaran wisatawan per hari mencapai Rp 2,3 juta. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2025 yang sebesar Rp 2,24 juta dan tahun 2024 sebesar Rp 1,98 juta.

Tak hanya itu, lama tinggal wisatawan di Sanur juga tergolong panjang, yakni di atas 6 hari. Akomodasi yang paling diminati wisatawan adalah hotel berbintang. Hal ini menunjukkan bahwa Sanur mampu menarik wisatawan dengan daya beli tinggi yang mencari pengalaman liburan berkualitas.

Faktor Penentu Keberhasilan Sanur Pertahankan Turis Australia

Lantas, apa yang membuat Sanur tetap menjadi magnet bagi wisatawan Australia? Beberapa faktor kunci menjadi penentunya. Pertama, Sanur menawarkan kombinasi unik antara keindahan alam, lokal yang kuat, dan fasilitas pariwisata modern.

Kedua, Sanur memiliki pantai-pantai yang tenang dan cocok untuk berbagai aktivitas air, seperti berenang, snorkeling, dan bersantai di tepi pantai. Ketiga, Sanur juga dikenal dengan keramahannya dan suasana yang nyaman, membuat wisatawan merasa betah dan ingin kembali lagi.

Selain itu, upaya promosi pariwisata yang gencar dan terarah juga turut berkontribusi dalam menarik wisatawan Australia ke Sanur. Pemerintah Kota Denpasar dan BPPD terus berupaya memperkenalkan Sanur sebagai destinasi wisata unggulan melalui berbagai platform, baik online maupun offline. Nah, dengan semua keunggulan ini, tak heran jika Sanur tetap menjadi pilihan utama bagi wisatawan asal Australia.

Baca Juga :  Absen Kerja? Tujuh ASN Pasuruan Kena Sidak Usai Lebaran!

Sinergi Kunci Keberlanjutan Pariwisata Sanur

Keberhasilan Sanur mempertahankan posisinya sebagai destinasi wisata favorit tidak lepas dari sinergi antara berbagai pihak. Pemerintah Kota Denpasar, pengelola destinasi, desa adat, para pemangku kepentingan, dan masyarakat Sanur bahu-membahu menjaga kualitas dan daya tarik Sanur.

Kolaborasi ini meliputi berbagai aspek, mulai dari peningkatan infrastruktur, pengembangan produk wisata baru, pelestarian budaya lokal, hingga peningkatan kualitas pelayanan. Dengan sinergi yang kuat, Sanur optimis mampu terus bersaing di pasar pariwisata global dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah. Jadi, mari kita dukung terus pariwisata Sanur agar tetap jaya!

Kesimpulan

Sanur terus berupaya melakukan peremajaan dan pembenahan diri demi mempertahankan posisinya sebagai destinasi wisata unggulan, terutama bagi wisatawan Australia. Dengan strategi yang tepat, sinergi antara berbagai pihak, dan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas, Sanur optimis mampu mencapai target tersebut dan memberikan kontribusi positif bagi dan Indonesia.