Praka Farizal Gugur: Pesan Terakhir untuk Ayah di Lebanon
Haifest.id – Kabar duka menyelimuti keluarga Praka Farizal Rhomadhon. Prajurit TNI ini gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon. Senam (60), ayahanda Praka Farizal, berbagi cerita pilu tentang percakapan terakhirnya dengan sang putra tercinta. Pertemuan terakhir mereka terjadi sehari sebelum Farizal menghembuskan napas terakhir.
Di rumah duka yang terletak di Ledok, Lendah, Kulon Progo, Senam mengenang kembali momen singkat tersebut. Komunikasi terakhir Praka Farizal Rhomadhon dan ayahnya itu terjadi setelah Maghrib. Sinyal yang buruk membuat percakapan mereka tak berlangsung lama. Meskipun singkat, kenangan itu akan selalu membekas di hati Senam.
Kondisi Sinyal Jadi Topik Obrolan Terakhir
Dalam percakapan yang terjadi pada Senin (30/3/2026) malam itu, Farizal hanya sempat menanyakan kondisi sinyal telepon seluler di rumah orang tuanya. “Wingi sonten bar Maghrib. Sak derenge kejadian niku. Bar niku mboten kenging komunikasi malih (Kemarin setelah Maghrib. Sebelum kejadian itu. Setelah itu tidak ada komunikasi — bahasa Jawa),” tutur Senam dengan nada lirih.
Senam menirukan ucapan terakhir putranya, “Sinyalmu elek yo, Pak. Mung ngenten niku sampun.” Artinya, Farizal hanya mengatakan bahwa sinyal di tempat ayahnya buruk. Senam sendiri mengaku tak memiliki firasat buruk apa pun sebelum mendengar kabar duka tersebut. “Mboten oten firasat (Tidak ada firasat apa-apa -Red),” ungkapnya.
Misi Damai di Lebanon: Pengabdian Terakhir Praka Farizal
Gugurnya Praka Farizal Rhomadhon menambah daftar panjang prajurit TNI yang berkorban dalam misi perdamaian di berbagai belahan dunia. Misi di Lebanon sendiri merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan tersebut. Kontingen Garuda, termasuk di dalamnya Praka Farizal, bertugas menjaga perdamaian dan memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil.
Keberadaan pasukan perdamaian dari berbagai negara di Lebanon sangat penting untuk mencegah konflik dan menciptakan kondisi yang kondusif bagi pembangunan. Praka Farizal Rhomadhon telah menunjukkan dedikasi dan keberaniannya dalam menjalankan tugas mulia ini. Pengorbanannya akan selalu dikenang sebagai bagian dari sejarah panjang kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.
Dukungan DPR atas Langkah Pemerintah
Menyusul gugurnya Praka Farizal Rhomadhon akibat serangan yang menyasar markas UNIFIL di Lebanon, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah tegas yang akan diambil pemerintah. DPR mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas kejadian tersebut dan memastikan keamanan seluruh personel TNI yang bertugas di Lebanon.
Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan dan hubungan luar negeri akan terus memantau perkembangan situasi di Lebanon dan berkoordinasi dengan pemerintah untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan. DPR juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pengorbanan Praka Farizal Rhomadhon dan seluruh prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian.
Penghormatan Terakhir dari Warga Kulon Progo
Rumah duka Praka Farizal di Kulon Progo terus didatangi oleh warga yang ingin menyampaikan belasungkawa dan memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Karangan bunga dan ucapan duka cita memenuhi halaman rumah. Warga setempat merasa kehilangan sosok prajurit yang dikenal ramah dan mudah bergaul.
Pemerintah daerah Kulon Progo juga memberikan dukungan penuh kepada keluarga almarhum Praka Farizal Rhomadhon. Berbagai bantuan telah disalurkan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Pemakaman Praka Farizal Rhomadhon akan dilaksanakan dengan upacara militer sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya kepada negara.
Pesan Terakhir Praka Farizal: Sinyal Buruk Jadi Kenangan
Percakapan singkat Praka Farizal Rhomadhon dengan sang ayah, Senam, sebelum gugur di Lebanon menjadi pengingat betapa berharganya setiap momen kebersamaan. Meskipun hanya membahas masalah sinyal telepon, percakapan itu menjadi kenangan terakhir yang akan selalu disimpan dalam hati Senam dan keluarga.
Keberanian dan pengabdian Praka Farizal Rhomadhon dalam menjaga perdamaian dunia patut menjadi teladan bagi generasi muda Indonesia. Semoga arwah almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.
