Kamtibmas Stabil: Indonesia Negara Aman ke-17 Dunia!
Haifest.id – Stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan hal ini saat memberikan keynote speech pada Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Jakarta, Rabu (5/2/2026).
Kapolri hadir didampingi oleh Kabaintelkam, Kadivhumas, Kadivpropam, dan Wakabareskrim. Kehadiran para pejabat tinggi Polri ini menunjukkan komitmen Polri dalam mempererat sinergi dengan NU demi menjaga keamanan dan stabilitas sosial Indonesia.
Peran Kamtibmas dalam Pertumbuhan Ekonomi
Kapolri Jenderal Sigit menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi berkelanjutan hanya mungkin terwujud jika Kamtibmas tetap stabil. Menurutnya, stabilitas keamanan dalam negeri merupakan prasyarat utama untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.
“Salah satu hal yang menjadi prasyarat atau modal utama untuk bisa terjaga pertumbuhan ekonomi adalah stabilitas Kamtibmas atau stabilitas keamanan dalam negeri,” tegas Jenderal Sigit. Keamanan yang kondusif mendorong investasi dan aktivitas ekonomi masyarakat, sehingga berdampak langsung pada kesejahteraan nasional.
Oleh karena itu, Jenderal Sigit mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kamtibmas. Dengan situasi yang aman dan kondusif, investor akan merasa nyaman berinvestasi, dan masyarakat pun dapat menjalankan aktivitas ekonomi tanpa rasa khawatir.
Indonesia Masuk Jajaran Negara Teraman Dunia
Kapolri juga menyampaikan kabar gembira bahwa Indonesia menduduki peringkat 17 dari 141 negara sebagai negara paling aman. Data ini berdasarkan survei World Risk Poll Gallup terbaru 2026. Peringkat ini menunjukkan kondisi keamanan Indonesia cukup baik di kancah global.
Namun, Kapolri mengingatkan agar seluruh pihak tidak terlena dengan pencapaian ini. Justru, peringkat ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah Indonesia. Polri akan terus bekerja keras untuk mewujudkan Indonesia yang semakin aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Sebagai perbandingan, pada survei World Risk Poll Gallup 2024, Indonesia juga masuk dalam daftar negara teraman. Hal ini menunjukkan konsistensi dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban di tanah air.
NU dan Visi Indonesia Emas 2045
Kapolri optimistis bahwa Munas NU akan menghasilkan rumusan strategis yang selaras dengan visi Indonesia Emas 2045. Ia memandang NU sebagai organisasi keagamaan yang memiliki peran sentral dalam pembangunan bangsa, terutama dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
“Masuk dan lepas dari middle income trap, kemudian karena NU pelopor negara dalam menjaga pilar kebangsaan dan kenegaraan,” ungkap Kapolri. Peran NU sangat krusial, terutama dalam membimbing masyarakat untuk terus berpegang pada nilai-nilai kebangsaan, Pancasila, dan UUD 1945.
Tidak hanya itu, NU juga memiliki peran penting dalam menangkal radikalisme dan intoleransi. Organisasi ini aktif menyebarkan nilai-nilai toleransi dan moderasi beragama, sehingga mampu meredam potensi konflik dan perpecahan di masyarakat.
Komitmen Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Menjaga persatuan bangsa menjadi komitmen bersama seluruh elemen masyarakat. Jenderal Sigit menyerukan seluruh pihak, tanpa terkecuali, untuk berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 sebagai fondasi utama dalam menjaga keutuhan negara.
Selain itu, sinergi dan kolaborasi antar berbagai elemen bangsa, termasuk pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga negara, sangat diperlukan. Dengan bersatu padu, Indonesia akan semakin kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Oleh karena itu, Jenderal Sigit mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama serta menghormati perbedaan pendapat.
Sinergi Polri dan NU untuk Indonesia Aman
Kapolri menekankan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) adalah garda terdepan dalam menjaga pilar kebangsaan dan kenegaraan. Ia menyampaikan terima kasih atas peran aktif NU selama ini dan menegaskan harapannya agar sinergi antara NU dan kepolisian terus diperkuat demi menciptakan Indonesia yang aman, damai, dan sejahtera.
“Saat ini yang terdepan adalah Nahdlatul Ulama, terima kasih Nahdlatul Ulama. Tentunya harus kita jaga dan perjuangkan sampai kapan pun,” tutup Kapolri. Sinergi antara Polri dan NU akan terus diperkuat melalui berbagai program dan kegiatan bersama, seperti pelatihan Kamtibmas, sosialisasi anti-radikalisme, dan dialog kebangsaan. Dengan kerja sama yang solid, Indonesia akan semakin aman dan sejahtera.
Update Kamtibmas Terbaru 2026
Polri terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan Kamtibmas kepada masyarakat. Berbagai inovasi teknologi dan strategi kepolisian modern diterapkan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi seluruh warga negara.
Salah satu update terbaru 2026 adalah penerapan sistem patroli berbasis teknologi. Sistem ini memungkinkan petugas kepolisian untuk memantau situasi Kamtibmas secara real-time dan merespon dengan cepat setiap kejadian yang membutuhkan penanganan.
Selain itu, Polri juga meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan, untuk menciptakan Kamtibmas yang partisipatif. Dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, diharapkan Kamtibmas dapat terwujud secara berkelanjutan.
Kesimpulan
Kamtibmas yang stabil merupakan kunci utama pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan Indonesia. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, sinergi antara Polri dan NU, serta penerapan berbagai inovasi terbaru 2026, Indonesia optimis dapat terus meningkatkan Kamtibmas dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
