Jenazah Praka Farizal Tiba – Jadwal & Proses Pemulangan Update
Haifest.id – Jenazah Praka Farizal Rhomadhon, prajurit TNI yang gugur di Lebanon akibat serangan Israel, diperkirakan tiba di Indonesia pada Rabu, 1 April 2026. Informasi ini disampaikan oleh Komandan Kodim (Dandim) 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma, setelah berkoordinasi dengan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI mengenai proses pemulangan jenazah.
Dandim Dyan menyampaikan, pihak keluarga almarhum di Ledok, Lendah, Kulon Progo, DIY, telah menyatakan keinginan agar jenazah Praka Farizal dimakamkan di kampung halamannya. Lebih lanjut, Dandim menjelaskan bahwa saat ini proses pemulangan masih berada dalam tahap administrasi. Nantinya, PMPP TNI akan memberikan informasi lebih detail terkait prosedur pemulangan jenazah.
Proses Pemulangan Jenazah Praka Farizal
Selain itu, Dandim menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan proses pemulangan. Ia berharap jenazah Praka Farizal segera tiba di Tanah Air dan dapat dikebumikan dengan layak di tempat kelahirannya. “Insyaallah akan dibawa kemari, karena permintaan dari keluarga jenazah mau dimakamkan di sini,” ujarnya.
Kronologi Gugurnya Praka Farizal di Lebanon
Praka Farizal gugur akibat serangan Israel yang menyasar pos jaga Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL). Serangan tersebut terjadi di dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu, 29 Maret 2026, waktu setempat. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres telah mengonfirmasi kabar duka ini dan menyampaikan kecaman keras atas serangan tersebut.
Tidak hanya itu, UNIFIL juga menuntut investigasi segera atas insiden tersebut. Dalam keterangan resminya, UNIFIL menyatakan bahwa proyektil yang belum teridentifikasi meledak di dekat markas mereka di Adchit Al Qusayr. Asal proyektil tersebut masih belum diketahui oleh pihak berwenang hingga saat ini.
Reaksi Internasional Terhadap Serangan Israel
Gugurnya Praka Farizal Rhomadhon dalam serangan Israel memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Melalui akun media sosial X resminya, Guterres menyampaikan kutukan keras atas serangan yang menewaskan personel TNI yang tergabung dalam UNIFIL tersebut.
Perdana Menteri Spanyol juga turut buka suara terkait insiden ini, menyerukan kepada Israel untuk segera menghentikan permusuhan. Di sisi lain, UNIFIL mendesak semua pihak untuk mematuhi hukum internasional dan menjamin keamanan serta keselamatan seluruh pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon.
Dampak Serangan Israel Terhadap Misi Perdamaian UNIFIL
Serangan Israel terhadap pos jaga UNIFIL di Lebanon tidak hanya menyebabkan gugurnya Praka Farizal, tetapi juga menimbulkan dampak signifikan terhadap misi perdamaian UNIFIL secara keseluruhan. Insiden ini meningkatkan risiko dan tantangan bagi pasukan penjaga perdamaian PBB dalam menjalankan tugas mereka di wilayah konflik.
Akibatnya, UNIFIL menyerukan kepada semua pihak yang terlibat konflik untuk menghormati hukum internasional dan menjamin keamanan personel UNIFIL. Kemudian, investigasi mendalam terhadap serangan tersebut menjadi krusial untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Antisipasi Kedatangan Jenazah di Kulon Progo
Menjelang kedatangan jenazah Praka Farizal, berbagai persiapan telah dilakukan di kampung halamannya di Ledok, Lendah, Kulon Progo. Pihak keluarga dan warga setempat tengah mempersiapkan tempat pemakaman yang layak bagi almarhum.
Selain itu, koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk TNI dan pemerintah daerah, terus dilakukan untuk memastikan proses pemakaman berjalan dengan lancar dan khidmat. Keluarga berharap kedatangan jenazah Praka Farizal dapat menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan dan mengenang jasa-jasa almarhum dalam menjaga perdamaian dunia.
Kesimpulan
Kepergian Praka Farizal Rhomadhon menjadi duka mendalam bagi keluarga, TNI, dan seluruh bangsa Indonesia. Proses pemulangan jenazah terus diupayakan agar almarhum dapat segera dikebumikan di kampung halamannya. Semoga almarhum Praka Farizal diberikan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
