IHSG Konsolidasi? Cek Rekomendasi Saham BBNI, BUMI, DEWA!
Haifest.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan analis akan bergerak konsolidasi pada perdagangan hari ini. Beberapa saham seperti PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menjadi rekomendasi untuk dicermati oleh para investor per 31 Maret 2026.
Konsolidasi IHSG ini terjadi di tengah berbagai sentimen pasar yang berkembang. Selain itu, investor juga menantikan langkah-langkah pemerintah dalam menghadapi dinamika ekonomi terbaru 2026.
Analisa Teknikal IHSG: Level Resisten dan Support
Ivan Rosanova, Analis BinaArtha Sekuritas, menyampaikan bahwa IHSG berpotensi menguji level resisten Fibonacci di Rp 7.129. Apabila level ini berhasil ditembus, maka ada peluang indeks melanjutkan penguatan hingga level 7.268. Akan tetapi, Ivan mengingatkan bahwa resisten krusial tetap berada di level 7.436.
Sebagai informasi, support adalah area harga saham yang diyakini sebagai titik terendah pada suatu waktu. Harga saham cenderung kembali naik saat menyentuh level support akibat peningkatan aktivitas pembelian. Sebaliknya, resistance adalah tingkat harga saham yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah menyentuh level resistance, biasanya terjadi aksi jual signifikan yang menahan laju kenaikan harga.
Moving Average Convergence Divergence (MACD) adalah indikator untuk mengukur kekuatan dan arah tren harga saham. Garis MACD yang terus meningkat menandakan tren naik (positive slope) berlanjut dan momentum beli tetap kuat.
Rekomendasi Saham dari BinaArtha Sekuritas
Sejalan dengan analisis tersebut, Ivan memberikan rekomendasi beberapa saham yang patut diperhatikan pada perdagangan hari ini:
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI): Beli pada rentang harga Rp 3.510 – 3.610 dengan target harga terdekat di Rp 3.970
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Tahan (hold) dengan target harga terdekat di Rp 232
- PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN): Beli di rentang harga Rp 3.700 – 3.800 dengan target harga terdekat di Rp 4.220
- PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA): Tahan (hold) dengan target harga terdekat di Rp 2.590
- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS): Beli pada rentang harga Rp 1.800 – 1.820, dengan target harga terdekat di Rp 2.050
Analisis Phintraco Sekuritas: Rentang Pergerakan IHSG
Sementara itu, Phintraco Sekuritas menilai bahwa secara teknikal, histogram MACD bergerak sideways. Akibatnya, Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam rentang 7.000 hingga 7.200 pada perdagangan hari ini.
Dari sisi fundamental, Phintraco Sekuritas menilai bahwa pasar mencermati langkah pemerintah dalam meredam dampak lonjakan harga minyak mentah terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta ekonomi domestik. Pemerintah menyiapkan skema efisiensi anggaran hingga opsi Work From Home (WFH).
Sektor yang Rentan Terdampak dan Respons Pemerintah
Terdapat tiga sektor utama yang dinilai rentan terdampak, yaitu stabilitas energi, rantai pasok global, dan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah berencana meningkatkan efisiensi energi serta memperkuat implementasi program biodiesel 50% (B50) untuk menekan impor migas.
Kebijakan ini diharapkan dapat menahan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi guna menjaga inflasi dan mencegah pelebaran defisit APBN 2026. Namun, harga BBM nonsubsidi diperkirakan tetap berpotensi naik seiring penyesuaian harga bulanan pada 1 April 2026.
Di sisi lain, pemerintah belum memberikan kepastian terkait rencana penerapan bea keluar ekspor batu bara, meskipun sudah masuk dalam asumsi penerimaan APBN 2026. Akan tetapi, kebijakan bea keluar untuk produk turunan nikel telah memperoleh persetujuan Presiden Prabowo.
Rekomendasi Saham Pilihan Phintraco Sekuritas
Phintraco Sekuritas turut memberikan rekomendasi saham terbaru 2026 yang dapat dicermati, antara lain:
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
- PT Darma Henwa Tbk (DEWA)
- PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)
- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
- PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR)
Update 2026: Arah IHSG dan Strategi Investasi
Meskipun potensi konsolidasi IHSG menjadi tantangan, peluang investasi tetap terbuka. Investor perlu mencermati rekomendasi saham dari analis dan mempertimbangkan faktor fundamental yang memengaruhi pasar. Diversifikasi portofolio dan manajemen risiko yang baik menjadi kunci untuk mencapai hasil investasi optimal di tengah dinamika pasar saham 2026.
