IHSG Bangkit 2026? Cek Prediksi dan Rekomendasi Saham!
Haifest.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menunjukkan sinyal positif pada perdagangan Selasa, 31 Maret 2026. Meskipun demikian, analis mengingatkan agar investor tetap waspada terhadap potensi koreksi.
Beberapa analis memberikan proyeksi dan rekomendasi saham yang bisa menjadi pertimbangan bagi para pelaku pasar. Namun, sentimen pasar global dan regional juga akan turut memengaruhi pergerakan IHSG. Selain itu, investor perlu mencermati rilis data ekonomi terbaru 2026 yang dapat memengaruhi arah investasi.
Prediksi IHSG Terbaru 2026 dari MNC Sekuritas
Herditya Wicaksana, Analis Teknikal MNC Sekuritas, memprediksi IHSG berpeluang menguat di awal perdagangan. Akan tetapi, Herditya mengingatkan bahwa IHSG masih berisiko terkoreksi pada rentang 6.745-6.887. Menurutnya, dalam skenario terbaik, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan ke level 7.450-7.779.
“Kami memperkirakan IHSG masih rawan terkoreksi ke 6.745-6.887, namun dalam skenario terbaik berpeluang melanjutkan penguatan ke 7.450-7.779,” ujar Herditya dalam riset hariannya.
Herditya memproyeksikan IHSG akan bergerak di rentang support 7.022, 6.917 dan resistance 7.302, 7.434 untuk hari ini. Ia pun merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati, antara lain AGII, ESSA, PTBA, dan TLKM.
Analisa Teknikal IHSG: Proyeksi dari Binaartha Sekuritas
Ivan Rosanova, Analis Binaartha Sekuritas, memberikan pandangan serupa. Ia memperkirakan IHSG akan menguji resisten 7.129 dengan peluang menguat hingga 7.268 jika mampu menembusnya. Meski demikian, Ivan mengingatkan bahwa IHSG masih rawan melanjutkan tren turun selama masih berada di bawah level 7.436.
“IHSG akan menguji resisten Fibonacci di 7.129 dan berpotensi naik ke 7.268 jika berhasil menembusnya, namun selama masih di bawah 7.436 maka masih rawan melanjutkan tren turun,” jelas Ivan.
Ivan memprediksi IHSG bergerak di level support 6.900, 6.744, dan 6.587 dan resistance 7.179, 7.436, 7.765, dan 8.098 pada perdagangan ini. Dia pun merekomendasikan sejumlah saham yang menarik untuk diperhatikan, yakni BBNI, BUMI, CPIN, JPFA, dan PGAS. Apakah Anda tertarik dengan salah satu saham ini?
Kinerja IHSG Terkini dan Volume Transaksi
Pada perdagangan Senin, 30 Maret 2026, IHSG ditutup di level 7.091. Indeks saham tercatat melemah 5,38 poin atau minus 0,08 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Ini menunjukkan pasar saham masih mengalami fluktuasi.
Data dari RTI Infokom menunjukkan investor melakukan transaksi sebesar Rp14,93 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 25,10 miliar saham. Angka ini memberikan gambaran mengenai aktivitas perdagangan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Pergerakan Saham: Data Terbaru Per 2026
Pada penutupan perdagangan kemarin, tercatat 272 saham mengalami penguatan, sementara 403 saham mengalami koreksi, dan 149 saham stagnan. Data ini menunjukkan dinamika pasar saham yang cukup beragam. Investor perlu mencermati pergerakan masing-masing saham secara individual untuk mengambil keputusan investasi yang tepat. Apakah Anda sudah memantau pergerakan saham-saham pilihan Anda?
Faktor-faktor yang Mempengaruhi IHSG di 2026
Beberapa faktor dapat mempengaruhi pergerakan IHSG di tahun 2026. Kebijakan pemerintah terkait ekonomi, suku bunga, dan inflasi memiliki dampak signifikan. Selain itu, perkembangan ekonomi global, harga komoditas, dan sentimen investor juga turut mempengaruhi.
Investor perlu terus memantau perkembangan ekonomi dan politik, baik di dalam maupun luar negeri, untuk mengantisipasi potensi perubahan dalam tren pasar saham. Diversifikasi portofolio juga menjadi kunci untuk mengurangi risiko investasi.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, IHSG diproyeksikan akan mengalami penguatan pada perdagangan hari ini, meskipun risiko koreksi tetap ada. Para analis merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi memberikan keuntungan, namun investor tetap perlu melakukan riset dan analisis secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi. Pantau terus perkembangan pasar dan sesuaikan strategi investasi Anda dengan kondisi terbaru per 2026.
