Gaya Hidup Picu Penyakit Ginjal di Usia 20-an, Kok Bisa?
Haifest.id – Penyakit ginjal kronis kini mengintai usia muda. Dokter melaporkan peningkatan kasus gangguan fungsi ginjal pada rentang usia 20 hingga 40 tahun per 2026 di Jakarta. Perubahan gaya hidup menjadi faktor utama pemicu masalah kesehatan serius ini.
Padahal, gangguan fungsi ginjal umumnya identik dengan kelompok usia lanjut. Dokter spesialis penyakit dalam RSUI, dr. Anindia Larasati, menjelaskan bahwa peningkatan kasus penyakit tidak menular pada usia muda turut berkontribusi terhadap kondisi ini. Lalu, apa saja yang perlu diwaspadai?
Penyakit Ginjal Kronis: Ancaman di Usia Muda
Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan penurunan fungsi ginjal secara bertahap selama lebih dari tiga bulan. Seringkali, kondisi ini tidak terdeteksi karena minimnya gejala pada tahap awal. Padahal, jika dibiarkan, racun dalam tubuh dapat menumpuk dan memicu berbagai komplikasi kesehatan.
“Ketika fungsi ginjal menurun, racun dalam tubuh dapat menumpuk dan memicu berbagai komplikasi kesehatan. Kondisi ini sering kali tidak disadari pada tahap awal karena gejalanya sangat minimal. Pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting untuk mendeteksi gangguan ginjal sejak dini,” tegas dr. Anindia dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Selasa, 31 Maret 2026.
Lantas, bagaimana cara mengetahui adanya gangguan ginjal sejak dini? Dokter Anindia memaparkan beberapa gejala yang perlu diwaspadai. Apa saja?
- Mudah lelah
- Pembengkakan pada kaki atau wajah
- Perubahan warna atau jumlah urin
- Peningkatan tekanan darah
- Mual disertai penurunan nafsu makan
Diabetes dan Hipertensi: Penyebab Utama Penyakit Ginjal
Diabetes dan hipertensi menjadi penyebab utama penyakit ginjal kronis. Ironisnya, kedua penyakit ini semakin banyak menyerang usia muda. Menurut laporan International Diabetes Federation (IDF), kasus diabetes pada usia produktif terus meningkat sejak beberapa tahun terakhir.
“Berdasarkan laporan International Diabetes Federation (IDF) kasus diabetes pada usia produktif terus meningkat dan berdampak signifikan terhadap lonjakan kasus penyakit ginjal. Sementara itu, hipertensi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal,” jelas dr. Anindia. Kerusakan ini lah yang kemudian memicu gangguan fungsi ginjal.
Hipertensi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal. Akibatnya, kemampuan ginjal untuk menyaring darah menjadi terganggu.
Gaya Hidup Tak Sehat: Pemicu Tambahan Penyakit Ginjal
Selain penyakit yang mendasari, gaya hidup juga memegang peranan penting dalam perkembangan penyakit ginjal. Kebiasaan mengonsumsi obat antiinflamasi atau suplemen tanpa pengawasan medis dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal. Jadi, hati-hati ya!
Penggunaan obat-obatan yang tidak terkontrol dapat membebani kerja ginjal. Ginjal harus bekerja ekstra keras untuk menyaring zat-zat kimia dari obat tersebut. Jika berlangsung terus-menerus, fungsi ginjal dapat menurun secara signifikan.
Tips Mencegah Penyakit Ginjal di Usia Muda
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Untuk mencegah penyakit ginjal, ada beberapa langkah penting yang bisa kamu lakukan. Apa saja?
Pertama, lakukan pemeriksaan rutin tekanan darah dan gula darah. Kedua, jaga berat badan ideal. Ketiga, batasi konsumsi garam dan gula. Keempat, cukupi kebutuhan cairan tubuh. Kelima, hindari rokok dan alkohol. Terakhir, hindari penggunaan obat tanpa pengawasan tenaga medis.
“Selain itu, penting juga untuk mencukupi kebutuhan cairan, tidak merokok, serta menghindari penggunaan obat tanpa pengawasan tenaga medis,” imbuh dr. Anindia.
Pemeriksaan Kesehatan Rutin: Kunci Deteksi Dini
Pemeriksaan kesehatan rutin menjadi kunci untuk mendeteksi dini adanya gangguan ginjal. Dengan mengetahui kondisi ginjal sejak awal, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif. Jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter ya!
Terutama bagi mereka yang memiliki riwayat diabetes atau hipertensi, pemeriksaan ginjal secara berkala sangat dianjurkan. Deteksi dini dapat membantu mencegah perkembangan penyakit ginjal kronis yang lebih serius.
Kesimpulan
Penyakit ginjal kini tak hanya mengintai lansia. Usia muda juga rentan terkena penyakit ini akibat gaya hidup yang kurang sehat. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan ginjal dengan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan rutin. Jangan sampai menyesal di kemudian hari!
