Ekonomi Sumut Melesat: Bobby Nasution Ungkap Datanya!
Haifest.id – Kabar baik datang dari Sumatera Utara! Gubernur Bobby Nasution memaparkan peningkatan ekonomi makro daerah, termasuk pengentasan kemiskinan, peningkatan sektor ketenagakerjaan, dan pertumbuhan ekonomi, pada Senin (20/10) dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) di rapat paripurna DPRD Provinsi Sumut. Data-data ini memberikan gambaran optimis tentang arah pembangunan Sumatera Utara per 2026.
Laporan ini menjadi krusial untuk mengukur efektivitas program-program pemerintah daerah selama setahun terakhir. Peningkatan di berbagai sektor ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara.
Pengentasan Kemiskinan dan Dampaknya di Sumatera Utara
Program pengentasan kemiskinan di Sumatera Utara menunjukkan hasil yang menggembirakan. Angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 0,63 poin persentase. Jika pada 2025 angka kemiskinan berada di level 7,99 persen, maka per 2026 turun menjadi 7,36 persen. Penurunan ini setara dengan 87.760 jiwa yang berhasil keluar dari garis kemiskinan.
Pencapaian ini tentu saja tidak lepas dari berbagai program yang digencarkan pemerintah daerah, mulai dari bantuan sosial, pelatihan keterampilan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Efek domino dari pengentasan kemiskinan ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Ketenagakerjaan Sumut Meningkat: Angkatan Kerja Semakin Produktif
Sektor ketenagakerjaan di Sumatera Utara juga mengalami peningkatan yang signifikan. Partisipasi angkatan kerja pada 2026 mencapai 72,29 persen. Angka ini menunjukkan kenaikan dibandingkan tahun 2025 yang berada di angka 71,36 persen. Semakin banyak masyarakat usia produktif yang terlibat dalam pasar kerja menandakan geliat ekonomi yang positif.
Tidak hanya itu, indeks pembangunan manusia (IPM) juga mengalami kenaikan sebesar 0,71 poin. Dari 75,76 pada 2025 menjadi 76,47 pada 2026. Kenaikan IPM ini mencerminkan peningkatan kualitas hidup masyarakat Sumatera Utara, baik dari segi kesehatan, pendidikan, maupun standar hidup.
Pertumbuhan Ekonomi dan PDRB Per Kapita Update 2026
Pertumbuhan ekonomi PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) per kapita selama tiga tahun terakhir menunjukkan tren positif. Gubernur Bobby Nasution menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi mencapai 8,6 persen. Peningkatan ini terlihat dari PDRB per kapita yang terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2024, PDRB per kapita berada di angka Rp62,08 juta. Kemudian meningkat menjadi Rp67,42 juta pada 2025, dan mencapai Rp72,62 juta pada 2026 atau sekitar 7,76 persen.
Angka-angka ini menunjukkan bahwa ekonomi Sumatera Utara terus tumbuh dan berkembang. Peningkatan PDRB per kapita ini memberikan harapan akan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Realisasi PAD 2026 dan Belanja Daerah yang Efisien
Gubernur Bobby Nasution juga melaporkan capaian pendapatan asli daerah (PAD) pada 2026. Target PAD ditetapkan sekitar Rp12,7 triliun, dan realisasinya mencapai Rp12,27 triliun. Sementara itu, belanja daerah dialokasikan sebesar Rp12,5 triliun dengan realisasi Rp11,5 triliun. Pemerintah daerah terus berupaya untuk mengedepankan efisiensi, efektivitas, dan penghematan dalam pengelolaan keuangan daerah.
Pengelolaan keuangan yang baik merupakan kunci untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Dengan efisiensi dan efektivitas belanja daerah, pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran untuk program-program yang lebihPrioritas dan berdampak langsung kepada masyarakat.
Tanggapan DPRD Sumut terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban
Ketua DPRD Provinsi Sumut, Erni Ariyanti Sitorus, menerima laporan tersebut sebagai bagian dari fungsi pengawasan. Rapat paripurna ini kemudian dilanjutkan dengan pembahasan oleh panitia khusus terkait PAD dan aset daerah. Fungsi pengawasan yang dilakukan oleh DPRD ini sangat penting untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah.
Pembahasan lebih lanjut oleh panitia khusus diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang konstruktif bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kinerja keuangan dan pembangunan daerah di masa mendatang. Dengan sinergi antara eksekutif dan legislatif, Sumatera Utara diharapkan dapat terus maju dan berkembang.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, laporan Gubernur Bobby Nasution memberikan gambaran positif tentang kondisi ekonomi Sumatera Utara per 2026. Peningkatan di berbagai sektor menunjukkan bahwa pembangunan daerah berada di jalur yang benar. Pemerintah daerah diharapkan dapat terus mempertahankan dan meningkatkan kinerja ini demi kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara.
