Polusi Udara: Surabaya & Tangsel Terburuk di Indonesia!

Haifest.idSurabaya dan Tangerang Selatan menjadi wilayah dengan kualitas polusi udara terburuk di Indonesia pada pagi hari ini, berdasarkan data terbaru 2026. Data dari IQAir menunjukkan bahwa poin AQI (Air Quality Index) di kedua wilayah melebihi 150, mengindikasikan kualitas udara yang tidak sehat bagi masyarakat umum.

Situasi ini menempatkan kelompok sensitif seperti -anak, , , serta penderita penyakit jantung dan paru-paru pada risiko kesehatan lebih tinggi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker, terutama saat berada di area dengan tingkat pencemaran udara tinggi. Selain itu, IQAir menyarankan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Daftar Kota dengan Polusi Udara Terburuk

Berikut adalah daftar lima kota besar di Indonesia dengan tingkat tertinggi per :

KotaKategori
, Jawa Timur176Tidak Sehat
Tangerang Selatan, Banten172Tidak Sehat
Tangerang, Banten154Tidak Sehat
Jakarta127Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif
Bandung, 107Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif

Di sisi lain, Palangkaraya di Kalimantan Tengah mencatatkan paling sehat dengan poin AQI 37. Pekanbaru di Riau menyusul dengan poin AQI 62, namun masih tergolong kategori sedang.

Perbandingan Global: Kualitas Udara Terbaik dan Terburuk

Dalam skala global, Milan di Italia menjadi kota dengan kualitas udara terbaik, mencatatkan poin AQI 0. Kopenhagen di Denmark (AQI 6) dan Oslo di Norwegia (AQI 7) juga memiliki kualitas udara yang baik. Akan tetapi, kondisi berbeda terjadi di Chiang Mai, Thailand, yang memiliki kualitas udara terburuk di dunia.

Baca Juga :  Ertiga vs Expander Cross: Duel MPV Keluarga Bekas 2026!

Berikut adalah daftar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia:

KotaAQIKategori
Chiang Mai, Thailand206Sangat Tidak Sehat
Delhi, India193Tidak Sehat
Kinshasa, Republik Demokratik Kongo166Tidak Sehat
Dhaka, Bangladesh164Tidak Sehat
Kathmandu, Nepal163Tidak Sehat

Memahami Indeks Kualitas Udara (AQI)

Indeks AQI mengukur konsentrasi polutan udara seperti PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah. Angka AQI secara keseluruhan ditentukan oleh polutan paling berisiko dengan angka AQI tertinggi.

Rentang indeks AQI berkisar dari 0 sampai 500, terbagi menjadi enam kategori:

  • Baik: 0-50
  • Sedang: 51-100
  • Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif: 101-150
  • Tidak Sehat: 151-200
  • Sangat Tidak Sehat: 201-299
  • Berbahaya: 300-500

Dampak Kualitas Udara Buruk pada Kesehatan

Kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat dapat merugikan kesehatan berbagai kelompok populasi. Kualitas udara berbahaya bahkan dapat menyebabkan masalah kesehatan serius.

Upaya Mengatasi Polusi Udara

terus berupaya untuk menekan tingkat polusi udara di berbagai wilayah, termasuk Surabaya dan Tangerang Selatan. Penegakan aturan terkait emisi industri dan kendaraan bermotor menjadi salah satu fokus utama. Selain itu, peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kualitas udara juga terus digalakkan. Masyarakat juga bisa berpartisipasi dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi publik atau kendaraan ramah lingkungan.

Kesimpulan

Kualitas polusi udara di Surabaya dan Tangerang Selatan menjadi perhatian serius per 2026. Perlu adanya kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dengan upaya bersama yang berkelanjutan, diharapkan kualitas udara di Indonesia dapat meningkat di masa depan.