Surplus Beras 2026: RI Optimis Hadapi El Nino Godzilla!

Haifest.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan optimistis bahwa Indonesia mampu mempertahankan surplus beras hingga 5 juta ton pada tahun 2026. Keyakinan ini muncul meski Indonesia diperkirakan akan menghadapi fenomena ‘Godzilla El Nino‘.

Amran menjelaskan bahwa fenomena yang disebut ‘Godzilla El Nino’ ini diperkirakan mulai terjadi pada dan berlangsung selama enam . Namun, dengan berbagai persiapan dan strategi yang telah disiapkan, sektor , khususnya beras, diharapkan tetap aman. Bahkan, berkaca pada pengalaman 2023, Indonesia mampu melewati El Nino yang saat itu juga cukup dahsyat.

Strategi Jitu Hadapi El Nino untuk Surplus Beras

Kesiapan infrastruktur yang lebih baik menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi kekeringan 2026. Pemerintah telah memperkuat sistem irigasi melalui program pompanisasi serta optimalisasi lahan rawa (oplah). Dengan langkah ini, intensitas tanam dapat ditingkatkan, menjaga produktivitas lahan di tengah ancaman El Nino.

Selain , perluasan dan perbaikan jaringan irigasi terus menjadi fokus Kementerian Pertanian (Kementan). Targetnya, 2 juta hektare lahan irigasi diperbaiki, termasuk dengan dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Program ini menjadi fondasi penting untuk menjaga produksi beras tetap berjalan, meskipun berlangsung lebih panjang dari biasanya.

Stok Beras Nasional Aman per 2026

Mentan Amran memaparkan bahwa nasional saat ini berada dalam kondisi yang sangat baik. Perkiraan terbaru 2026 menunjukkan angka yang menggembirakan, memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Baca Juga :  Klaim Link DANA Kaget Rp299.000 Tanpa Syarat Ribet, Buka Amplopnya Di Sini

“Stok hari ini tertinggi, yaitu 4,3 juta ton. Di (Perum) Bulog bulan depan perkiraan 5 juta ton lebih, berarti aman,” tegas Amran, Senin (30/3) di Gedung Kementan, .

Selain stok di Bulog, terdapat cadangan beras yang tersebar di sektor hotel, restoran, dan rumah tangga, yang mencapai sekitar 12,5 juta ton. Ditambah dengan potensi produksi (standing crop) sekitar 11 juta ton, total pasokan beras mencapai sekitar 27 juta ton. Jumlah ini diprediksi mencukupi kebutuhan hingga 10 bulan ke depan, bahkan tanpa tambahan produksi.

Skenario Terburuk dan Ketahanan Pangan Nasional

Dalam skenario terburuk, saat puncak kemarau melanda, Amran memperkirakan produksi beras tetap akan berjalan, meskipun dalam jumlah yang lebih rendah. Hal ini menunjukkan ketahanan sektor pertanian Indonesia dalam menghadapi tantangan ekstrem.

“Di saat musim kemarau El Nino Godzilla dan seterusnya itu produksi 12 juta ton. Kalau tambah 12 juta ton, itu berarti bisa lima bulan,” jelasnya. Kombinasi stok awal dan tambahan produksi selama musim kemarau diperkirakan mampu menjaga nasional hingga 15 bulan ke depan, atau setidaknya sampai awal musim hujan berikutnya.

Minimnya Gangguan Kalender Tanam

Amran juga meyakinkan bahwa potensi terganggunya kalender tanam relatif kecil. Kesiapan infrastruktur yang telah ditingkatkan menjadi faktor utama yang menekan potensi gangguan tersebut. Apakah ini berarti petani bisa bernapas lega?

“Potensi itu berantakan mungkin ya 2-5 persen. Potensi berhasilnya 90 persen. Kenapa? Infrastruktur sudah jadi,” ujarnya, mantap.

Memahami ‘Godzilla El Nino’ Lebih Jauh

Di sisi lain, proyeksi iklim menunjukkan adanya potensi kemarau yang lebih panjang dan kering akibat fenomena El Nino yang diperkuat oleh kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Meskipun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika () menyebut istilah ‘Godzilla El Nino’ bukan merupakan kategori resmi dan memperkirakan peluang El Nino berada pada level lemah hingga moderat, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan.

Baca Juga :  Manajemen Mikro Prabowo: Gaya Kepemimpinan Unik

Kesimpulan

Dengan berbagai langkah antisipasi dan strategi yang telah disiapkan, Indonesia optimistis mampu menghadapi ‘Godzilla El Nino’ di 2026 dan tetap mempertahankan surplus beras. Kesiapan infrastruktur, stok beras yang memadai, dan potensi produksi yang berkelanjutan menjadi modal penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional.